Golongan yang berkewajiban mengeluarkan zakat maal

MUZAKKI ( yang berkewajiban mengeluarkan ZAKAT MAAL )

Syarat –syarat Pada Harta Yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya

Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya wajib memenuhi beberapa syarat-syarat berikut ini :
1. Harta tersebut masuk ke dalam jenis harta yang memang terkena wajib zakat. Sebab tidak semua harta terkena wajib zakat. Dan ini membutuhkan pembahasan tersendiri secara terperinci. Yang pasti emas dan perak salah satu jenis harta yang terkena wajib zakat padanya.
2. Harta tersebut harus mencapai nishab. Nishab adalah batas minimal dari harta zakat. Bila seseorang telah memiliki harta sebesar itu, maka ia wajib untuk mengeluarkan zakat.
3. Harta tersebut harus miliknya dengan kepemilikan sempurna.
Rinciannya klik https://salaf.or.id/artikel-islam/menghitung-zakat-mal-bagian-1.html

Harga emas murni dan Harga perak klik https://www.logammulia.com/id

ZAKAT PADA UANG

Pendapat pertama yaitu mengikuti salah satu batasan nishab dari keduanya (emas dan perak). Pendapat ini diantaranya dari Komisi Tetap Untuk Fatwa Kerajaan Saudi Arabia dibawah kepemimpinan Syaikh ‘Abdul-’Aziz bin Baz rhm pada keputusannya no. 1881 menyatakan: “Bila uang kertas yang dimiliki seseorang telah mencapai batas nishab salah satu dari keduanya (emas atau perak), dan belum mencapai batas nishab yang lainnya, maka penghitungan zakatnya wajib didasarkan kepada nishab yang telah dicapai tersebut”.( Lihat Majmu’ Fatawa, Komisi Tetap Fatwa Kerajaan Saudi Arabia (9/254 fatwa no. 1881) dan Majmu’ Fatawa wa Maqalat al-Mutanawwi‘ah oleh Syaikh ‘Abdul-’Aziz bin Bâz (14/125).
Maka dapat disimpulkan bahwa nishab dan berbagai ketentuan tentang zakat uang adalah mengikuti nishab dan ketentuan salah satu dari emas atau perak.
Rinciannya klik  https://salaf.or.id/artikel-islam/menghitung-zakat-mal-bagian-2nishab-zakat-uang-kertas-mengikuti-nishab-emas-atau-perak.html

ZAKAT PADA BARANG PERNIAGAAN

Demikianlah terus berulang setiap tahun.Setiap kali pada uang yang dimiliki terpenuhi persyaratan nishab dan haul, ketika itu pula wajib dikeluarkan zakatnya di akhir tahunnya.11
Al-Lajnah berfatwa bahwa nilai/harga harta perdagangan ikut digabung dengan uang yang dimiliki dalam perhitungan nishab12, karena maksud yang diinginkan dari barang perdagangan bukan barang itu sendiri, melainkan untuk menghasilkan uang (yang merupakan pengganti emas (dinar) dan perak (dirham) pada masa ini sehingga memiliki makna yang sama dengannya. Oleh karena itu zakat harta perdagangan wajib pada nilai/harganya dan dikeluarkan zakatnya dalam bentuk uang.
Rinciannya klik  https://asysyariah.com/zakat-uang/

Zakat Profesi

Al-’Allamah Al-’Utsaimin dalam Majmu’ Rasa’il (18/178) berkata: “Tentang zakat gaji bulanan hasil profesi. Apabila gaji bulanan yang diterima oleh seseorang setiap bulannya dinafkahkan untuk memenuhi hajatnya sehingga tidak ada yang tersisa sampai bulan berikutnya, maka tidak ada zakatnya. Karena di antara syarat wajibnya zakat pada suatu harta (uang) adalah sempurnanya haul yang harus dilewati oleh nishab harta (uang) itu. Jika seseorang menyimpan uangnya, misalnya setengah gajinya dinafkahkan dan setengahnya disimpan5, maka wajib atasnya untuk mengeluarkan zakat harta (uang) yang disimpannya setiap kali sempurna haulnya.”
Rinciannya klik  https://asysyariah.com/zakat-profesi/

 

Semoga bermanfaat. Baarokallohufiikum

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *